assabiq

assabiq

Sabtu, 29 Oktober 2011

sebuah Keceriaan Sumpah Pemuda di Avisiena

Hari ini (29 Oct 2011) adalah hari yang cukup aneh. Kenapa begitu? Karena saya menemukan perayaan hari Sumpah Pemuda (yang jatuh pada tanggal 28 oktober 2011) yang dilaksanakan oleh sekumpulan anak-anak kecil, bahkan ada yang balita. Tapi, justru dari momen tersebut, gw menyadari sebuah makna…yang kecil tapi berarti.
semangat
                Jum’at 28 oktober 2011, gw harus menjalani tugas jaga di ruang psikiatri. Awalnya sih, tenang2 aja… paling juga pasien isolasi yang  dari tadi mengganggu pendengaran. Abis dia teriak2 dan ketawa2 sendiri. Terus waktu jam 21.00, lagi asik2nya makan di kamar koas, ada konsulan dari UGD (dalam hati, daku bergumam…”mampus, alamat bakal ada pasien baru nih…”). Walau dengan berat hati…hehe, dengan etos kerja dan profesionalisme yang tinggi, kami pun sampai di UGD. Lucunya, ketika kami Tanya ke yang konsul, “dimana pasiennya?”, mereka menjawab,”lah, tadi ada diatas tempat tidur situ…”. Hahaha…ternyata si pasien udah keliaran entah kemana… setelah dicari2, ketemu juga, dia lagi nongkrong disalah satu sudut UGD sama keluarganya. Anamnesis pun dilakukan. Lama…lama…kami berbincang, saya mulai terseret ke dunianya…lho? Ikut gila donk… enggak, maksudnya saking menghayatinya, jadi muncul rasa empati. Intinya, setelah terjadi perdebatan dengan teman sejawat, pasien akhirnya pulang paksa. Karena dia gak mau rawat inap. Ya udah…gak jadi dapet OB…^^. Namun tanpa disadari, ternyata udah jam23.00. gila, lama juga. 2jam di UGD.  Ngantuuuk…terus balik ke ruangan 23, eee…gak taunya gerbangnya udah di kunci. Yah…sibapak… akhirnya terpaksa kami telpon perawatnya dari ruang lain. Dibukain, masuk kamar, tidur….
Bangun2…wah, udah jam 4.45. solat subuh, bergegas pulang… soalnya, jam 6 harus udah kumpul di Giant (anak-anak ini, ngajak kumpul koq ya di giant). Rencananya mau menghadiri acara sumpah pemuda yang diadakan di Sekolah Alam Avisiena Malang. Sekolahnya enak bro…asri… terus, yang lebih keren system pendidikannya. Bukan masalah mata pelajarannya. Tapi, mereka membuat system pendidikan, berdasarkan teori tumbuh kembang anak. Jadi ilmu2nya Jean peaget, erik erikson, dll. Yang dimana, mereka membagi pertumbuhan anak kedalam beberapa fase. Sekolah ini juga punya pola pikir agak berbeda. Misalnya untuk anak2 tingkat Play group, mereka akan dididik, supaya mereka siap untuk jenjang TK.  Diadakan kegiatan finger painting. Kegiatan yang cukup bagus untuk membuat tangan si anak jadi tidak kaku, ketika nanti pada tingkat TK, mulai dikenalkan dengan kegiatan tulis-menulis. Kreatif!. Any way, kenapa koq saya tau banyak? Hahaha…karena, sekolah itu milik salah seorang Dosen/supervisor, di Lab Psikiatri. Seorang ahli psikiatri tumbuh kembang. Galak sih…tapi cadas… inspiring banget pemikiran2nya.
Pukul 06.00, @ Giant, nunggu anak2… disms semua, dengan format yang sama, “Teman2ku, saya sudah di Giant, dimanakah kaliah? Ku tunggu kehadiranmu…”. Setelah mengirim sms dengan format yang “nggilani”, balesannya macem2… 1. Duh, aku baru berangkat; 2. Otw; 3. Tempatnya dimana ya?; 4. Gak bales, dan di telp gak di angkat. Kemungkinan belom bangun. Hyaaaaa….kacrut…
Dengan lapang dada, ya udah, gpp, gw tunggu…
Jam 6.30 nyampe beberapa, langsung cabut k lokasi. Jam 7, anak-anak udah dateng semua.
Pagi ini, kami mulai dengan upacara. Sangar. Bahkan kami yang tua2, harus ikut2 lapor saat semua pemimpin barisan lapor ke pemimpin upacara (yang saat itu adalah anak SD). Biar gimana2, tetep seru. Karena selama upacara, banyak kejadian lucu, terutama dari barisan PlayGroup. Ada yang tiba2 meluk temen sebarisnya. Ada yang jalan2 entah kemana, sampe gurunya pada kebingungan ngembaliin mereka ke barisan. Ada yang gak mau berdiri, pengennya duduk, trus berubah merangkak, terus berubah lagi, dan tiba2 dia udah guling2 saat kami memperhatikannya. Ada juga anak yang dari awal sampe akhir, ngeliatin barisan kami, sambil merengut. Mungkin heran. Kenapa kami ada disitu dan ikut upacara yah? Kami juga gak tahu…lho?
Selain lucu, ada rasa khidmat juga. Soalnya kami udah lama banget gak upacara. Dan momen ini bener2 pas banget. SUMPAH PEMUDA. Bayangkan, anak kecil bahkan balita aja ikut menyemarakan hari sumpah pemuda dengan menyanyi lagu perjuangan, adu kreatifitas, belajar mencintai negaranya, dan masih banyak lagi. Melihat semua itu, gw pribadi cukup terenyuh. Berpikir. Kalo mereka aja bisa berbuat sesuatu, kenapa kita yang lebih matang tidak bisa berbuat sesuatu? Renungkan…^^
 Intinya…hari ini seneng… padahal malamnya abis jaga… biasanya pengennya tidur sebagai pelampiasan. Tapi kali ini enggak. Harus BERKONTRIBUSI. Coba untuk memaknai hari ini (harusnya kemaren) agar tidak menjadi sebuah kegiatan ceremonial belaka. tapi harus dihayati, direnungkan, dipikirkan, dan dilakukan. Jadikan semangat ini untuk jadi karakter yang lebih baik. Jadikan semangat ini untuk Indonesia yang lebih baik. Terima kasih Indonesia….^^