assabiq

assabiq

Jumat, 28 Januari 2011

Diagnosis

Suatu hari, si A berkata kepada si B, "Eh B, besok kita harus menemui pak guru X di sekolah, untuk menanyakan apa yang harus di bawa untuk studi tour."
Kata si B," Oh iya, aku lupa. tapi aku besok harus mengantar adikku les piano. Jadi kemungkinan aku nggak bisa. Gimana ya kira-kira...". "Aku nggak mau kalo sendirian menghadap pak guru X", si A menimpali.
Pak guru X menjadi penanggungjawab dua kelompok, kelompok 1 dan kelompok 2. Si A dan si B adalah ketua dan sekretaris dari kelompok1.
si B pun berkata, "gimana kalo kita minta kepada si C dan si D, mereka kan ketua dan sekretaris dari kelompok2, satu pembimbing dengan kita".
Kemudian sebuah kalimat terlontar dari si A, "Kamu percaya sama mereka?"
"oh iya ya, ya udah, nanti aku usahain ikut", kata si B.
Si Y yang dari tadi mendengarkan percakapan si A dan si B pun langsung terhenyak dan membatin,"Koq segitunya ya... bahkan hanya sekedar menanyakan apa yang harus dipersiapkan pun, mereka tidak percaya..."
Menurut si Y, si A dan si B, terlalu cepat mendiagnosis (menilai kemampuan) seseorang.  Padahal si Y juga tahu bagaimana kapabilitas dari si C dan si D. Kalau hanya tugas seperti itu, insya allah akan tetap terlaksana dengan baik.
Kepercayaan dalam sebuah TEAM, ibarat salah satu mozaik dari sebuah puzzle berbentuk kata TEAM. saat mozaik "kepercayaan" ini tidak ada, maka Puzzle berbentuk kata TEAM ini pun tidak akan pernah terbaca sebagai TEAM.
 
 Kalo masih ada yang kurang jelas, tentang apa itu "Diagnosis", bisa baca uraian dibawah.
Diagnosis is... 
"The art or act of recognizing the presence of disease from its signs or symptoms, and deciding as to its character; also, the decision arrived at."
Kalimat diatas akan anda temukan jika anda mencari arti dari kata diagnosis. Sederhananya, kita harus mengetahui apa yang terjadi dibalik apa yang tampak dihadapan kita. Dalam dunia kesehatan, pasien datang dengan gejala (pusing, nyeri, dll) dan tanda (tekanan darah tinggi/rendah, suhu tubuh tinggi, dll). Kemudian  dokter akan menggali untuk mengkerucutkan ke arah penyakit apa yang menyebabkan timbulnya gejala dan tanda tersebut. Untuk menentukan diagnosis suatu penyakit, tentunya melalui proses, mulai dari anamnesis (wawancara), Pemeriksaan Fisik, Pemeriksaan LAB, Pemeriksaan Radiologi, dan pemeriksaan penunjang lainnya hingga diagnosisnya bisa ditegakkan.
Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Intinya, kalau seorang dokter saja dalam menentukan Penyakit (mendiagnosis) saja membutuhkan banyak proses dan tahapan, lalu mengapa kita bisa dengan mudahnya menilai seseorang tidaklah lebih baik dari pada kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar